Sejenak dengan “Save Ulu Papar”

Merentasi jalanan berbatu dan bergunung
Memerah peluh, kaki melangkah
Tubuh lesu dengan iringan harapan
Langkahan semakin lemah tetapi teguh

Sampai ke hujung sudut, suatu lapangan indah didepan
Pandangan yang menghirupkan pikiran segar
Segala peluh dan lesu lesap dibawa angin sepoi
Pandangan Ulu Papar yang menghidupkan jiwa

Suatu ketika terbuai dengan keindahannya
Keindahan Bumi yang tidak terkata suara
Namun buaian tersentap dengan “EMPANGAN”
Empangan dikatakan lautan besar

Empangan yang menghanyutkan jiwa-jiwa
Empangan yang menghukum jiwa-jiwa
Empangan yang tidak berakal jiwa
Empangan Kaiduan yang membunuh jiwa-jiwa

Jiwa-jiwa meraung menidakkan EMPANGAN
Jiwa-jiwa berperang keringat untuk keindahan
Jiwa-jiwa berjuang tanpa batasan masa
Jiwa-jiwa mengatakan “SAVE ULU PAPAR”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s